Trading adalah aktivitas jual-beli instrumen keuangan seperti saham, forex, atau cryptocurrency dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga.
Trading berbeda dengan investasi jangka panjang. Trader memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek hingga menengah untuk mendapatkan profit. Ada berbagai jenis trading: day trading (dalam sehari), swing trading (beberapa hari-minggu), dan position trading (mingguan-bulanan).
Candlestick adalah representasi visual pergerakan harga dalam satu periode. Setiap candle menunjukkan harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), dan penutupan (close). Candle hijau/putih berarti harga naik, candle merah/hitam berarti harga turun. Pola candlestick seperti Doji, Hammer, dan Engulfing memberikan sinyal potensial pembalikan arah.
Support adalah level harga di mana permintaan cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Resistance adalah kebalikannya — level di mana penawaran cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih jauh. Breakout dari level-level ini sering menghasilkan pergerakan harga yang signifikan.
Timeframe adalah periode waktu yang digunakan untuk menganalisis chart. M1 (1 menit) untuk scalping, M15/H1 untuk day trading, H4/D1 untuk swing trading, W1 untuk position trading. Semakin panjang timeframe, semakin reliable sinyalnya namun semakin jarang peluangnya.
Gunakan ilmu yang baru kamu pelajari dengan sinyal trading otomatis